search
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
light_mode dark_mode
Siswa Buat Tes Positif Corona Palsu Pakai Jus Jeruk
Selasa, 6 Juli 2021, 09:25 WITA Follow
image

beritabali.com/ist/suara.com/Siswa Buat Tes Positif Corona Palsu Pakai Jus Jeruk

IKUTI BERITABALI.COM DI

GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Siswa di Inggris bersama guru mereka telah menemukan cara baru untuk membuat hasil tes positif corona palsu dengan menggunakan jus jeruk pada alat tes Covid-19.

Menyadur Guardian Senin (05/07), cara unik ini bukan berarti menunjukkan jus jeruk berisi virus tapi tingkat keasaman membuat alat tes bingung. Efek yang sama juga terbukti pada makanan lain termasuk saus tomat dan Coca-Cola.

Seorang guru sains di Inggris memperlihatkan efek jus jeruk pada murid-muridnya. “Mereka bilang itu cara yang bagus untuk mendapatkan dua minggu libur sekolah,” katanya.

Prof. Andrea Sella dari University College London mengatakan penemuan itu tidak mengejutkan. "Jika seseorang dengan sengaja mengacaukan protokol maka tentu saja Anda akan mendapatkan hasil yang bodoh."

"Tapi saya akan menambahkan bahwa itu bukan 'positif palsu' dalam arti sebenarnya. Karena positif palsu adalah yang terjadi terlepas dari kepatuhan terhadap protokol."

Trik ini ditampilkan di TikTok, dengan mencoba berbagai cairan. Ada lebih dari 6,5 juta tampilan video yang diunggah ke platform media sosial dengan istilah pencarian #fakecovidtest.

Jon Deeks, profesor biostatistik di University of Birmingham, mengkritik praktik tersebut. “Positif palsu tidak hanya mempengaruhi anak itu tapi juga keluarga mereka dan sekolah."

"Jadi itu adalah hal yang cukup egois untuk dilakukan. Ada cara yang tidak terlalu berbahaya lainnya untuk memalsukan hari libur sekolah," katanya.

Geoff Barton, sekretaris jenderal Asosiasi Pemimpin Sekolah dan Perguruan Tinggi, mengecam penyalahgunaan tes aliran lateral.

“Kami akan mendesak orangtua untuk memastikan tes tidak disalahgunakan, dan kami akan menyarankan kepada siswa yang tertarik dengan reaksi kimia bahwa tempat terbaik untuk mempelajarinya adalah pelajaran kimia di sekolah.”(sumber: suara.com)

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami