search
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
light_mode dark_mode
Pengusaha Asing Ilegal Dominasi Wisata Bahari
Sabtu, 26 Juli 2008, 18:50 WITA Follow
image

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI

GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Penguasaan wisata bahari Indonesia saat ini lebih didominasi oleh pengusaha asing ilegal. Hal ini dinilai yang menjadi salah satu penyebab rusaknya kawasan karang dan ekosistem laut Indonesia.



Kerusakan ini disebabkan karena pengusaha asing ilegal dinilai tidak pernah memperhatikan aspek kelestarian ekosistem laut. Terbukti kapal-kapal phinisi dan kapal-kapal "cruiseâ" milik pengusaha asing ilegal membuang jangkar kapal sembarangan sehingga merusak karang.

Kondisi ini diakui Ketua Gabungan Pengusaha Wisata Bahari (Gahawisri), Feisol Hasim usai menghadiri pertemuan Gahawisri di Kuta Bali, Sabtu (26/7).

Feisol Hasim menyebutkan salah satu bukti dominasi wisata bahari Indonesia oleh pengusaha asing ilegal yaitu hancurnya wisata bahari di Pulau Bunaken. Di tempat itu hampir 90 persen penguasaan wisata bahari dikuasai oleh pengusaha asing, yang rata-rata merupakan usaha ilegal.

Feisol berharap pemerintah segera melakukan penertiban, sebab munculnya penguasaan oleh pengusaha asing ilegal ini akibat tidak adanya kepastian hukum di Indonesia.



"Kalau mereka mendominasi salahnya siapa? Jangan salahkan mereka, dia keluar duit kan, salahnya kita, peraturan kita bagaimana, masa pemerintah tidak mampu keluarkan satu peraturan yang tegas," ujar Feisol Hasim.



Feisol juga berharap pemerintah segera membuat blue print atau cetak biru pariwisata bahari Indonesia. Dengan adanya blue print, kawasan-kawasan wisata bahari di Indonesia dapat diidentifikasi, sehingga dapat menarik lebih banyak wisatawan.

Selain itu Feisol juga berharap pemerintah segera membentuk badan pengelolaan wisata bahari untuk mengkoordinasikan pembangunan wisata bahari di Indonesia. (mlt)

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami