search
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
light_mode dark_mode
RSUD Buleleng Siagakan 251 Nakes Saat Nyepi untuk Pelayanan Darurat
Rabu, 26 Maret 2025, 22:30 WITA Follow
image

beritabali/ist/RSUD Buleleng Siagakan 251 Nakes Saat Nyepi untuk Pelayanan Darurat.

IKUTI BERITABALI.COM DI

GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Sebanyak 251 tenaga kesehatan (nakes) disiagakan di RSUD Buleleng saat Hari Raya Nyepi Caka 1947. Seluruh nakes itu siap memberikan pelayanan yang bersifat gawat darurat. 

Dirut RSUD Buleleng dr Putu Arya Nugraha pada Rabu (26/3) mengatakan, ratusan nakes itu disiagakan sejak malam Pengerupukan atau pada Jumat (28/3) malam hingga ngembak geni atau pada Minggu (30/3). Mereka bekerja dibagi dalami tiga shift, yakni pagi, siang dan malam. 

"Meski dibagi tiga shift, tidak ada yang pulang. Mereka tetap standby 24 jam. Pasien gawat darurat harus tetap diterima," katanya. 

Apabila saat Nyepi ada pasien yang membutuhkan penanganan bedah hingga melahirkan caesar, pelayanan pun ditegaskan dr Arya tetap dapat diberikan. Mengingat pihaknya juga telah menyiagakan beberapa dokter bedah. Demikian dengan pasien yang butuh rujukan ke RS Prof Ngoerah Denpasar juga dapat dilakukan, dengan berkoordinasi bersama pecalang di desa adat yang dilalui. 

"Jadi untuk tindakan medis, memang tidak bisa sepenuhnya mengikuti tradisi Nyepi, karena akan ada keadaan gawat darurat. Cuma kami juga perlu berkoodinasi bersama pecalang di desa adat yang dilalui," jelasnya. 

dr Arya juga tidak memungkiri saat malam pengerupukan biasanya terdapat pasien yang terluka atau cedera. Intalasi Gawat Darurat (IGD) siap memberikan pelayanan kepada pasien tersebut. Hanya saja dr Arya berpesan agar masyarakat sebaiknya lebih berhati-hati. 

Mengingat permasalahannya bukan pada pelayanan di rumah sakit, melainkan jaminan kesehatan yang biasanya tidak dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan, karena dinilai sebagai kelalaian pribadi. 

"Kalau bisa jangan berlebihan perayaannya. Lakukan dengan tertib dan penuh kehati-hatian agar tidak menimbulkan cedera," tandasnya. 

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami