Keluarga Tolak Autopsi, Kasus Dugaan Malapraktik Dokter di Pupuan Ditutup
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Pihak kepolisian akhirnya menutup kasus dugaan malapraktik dokter di Pupuan karena kekurangan alat bukti.
Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP Aji Sekar Yoga menyebutkan, pihaknya kesulitan melanjutkan pemeriksaan kasus karena pihak keluarga tidak berkenan untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.
“Alasan dari pihak keluarga korban karena persoalan ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan dengan dokter terduga,” ujarnya Senin, (30/1).
Terkait dengan dugaan awal korban yang meninggal karena mengalami syok anafilaktik yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan dr Nyoman Susila, AKP Aji Sekar Yoga menyebutkan malah tidak muncul dalam berita acara pemeriksaan (BAP).
“Saat meminta keterangan pada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk memastikan kematian korban malah disarankan autopsi,” ujarnya.
“Karena alat bukti kurang, kasus dihentikan penyelidikannnya,” tambahnya.
Dugaan malapraktik ini muncul setelah seorang warga Desa Padangan, Ni Ketut Mariani (48) meninggal saat menjalani operasi bedah minor dengan diagnosa Lipoma pada salah satu tempat praktik dokter swasta di Pupuan.
Sementara itu, dr. IB Surya Wira Andi, sebagai dokter yang sempat diduga melakukan malapraktik, menjelaskan jika prosedur yang dilakukannya sudah sesuai dengan SOP.
Kondisi gawat darurat yang dialami pasien hingga akhirnya pasien meninggal dunia terjadi ketika proses anastesi dilakukan dan posisi pasien memang sudah dilakukan penyayatan sepanjang 5 cm pada lokasi lipoma pasien yakni di bagian kepala.
Sebelum bergulir di Polres Tabanan, kasus ini sempat dibahas di DPRD Tabanan melalui komisi IV DPRD Tabanan. Saat itu, Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dan IDI Tabanan sempat memaparkan kasus tersebut dihadapan anggota DPRD.
Editor: Robby
Reporter: bbn/tab