Jembatan Roboh, 15 KK di Jembrana Terancam Terisolasi
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana melakukan asesmen terhadap jembatan bambu yang roboh di Banjar Sekar Kejula Kelod, Desa Yeh Embang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Kamis (3/4/2025).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BPBD Jembrana, Agus Artana, didampingi Kabid KL, staf KL, Pusdalops, serta Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu III BPBD Jembrana.
Jembatan bambu tersebut sebelumnya sempat diperbaiki oleh masyarakat setelah roboh pada 16 Oktober 2022. Namun akibat material yang sudah lapuk, jembatan kembali ambruk pada Senin (1/4/2025). Saat ini, warga masih bisa melintas karena debit air sungai kecil, namun saat hujan turun dan air meluap, warga menjadi terisolasi dan kesulitan menyeberang.
"Kami khawatir jika air sungai besar, anak-anak yang harus berangkat ke sekolah dan warga yang membutuhkan penanganan darurat akan kesulitan untuk melintas. Ini menjadi perhatian utama kami," ujar Agus Artana, Jumat (4/4/2025).
Berdasarkan data dari Kelian Dinas setempat, terdapat 15 kepala keluarga (KK) yang terdampak kondisi ini. Pihak desa telah berupaya mengajukan bantuan ke instansi terkait, namun hingga saat ini belum ada realisasi pembangunan.
Sebagai bentuk kepedulian, BPBD Jembrana menyerahkan bantuan kepada warga terdampak berupa 15 paket sembako, 30 buah matras BNPB, dan 15 paket kebersihan.
"Diharapkan bantuan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang terdampak serta menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap warga," tambah Agus Artana.
BPBD Jembrana juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi bencana, terutama memasuki musim hujan yang rawan banjir dan tanah longsor.
"Mari kita tingkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan demi Jembrana yang tangguh bencana. Kenali ancamannya, kurangi risikonya," tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr