SDM Kunci Majukan Desa Wisata Bali
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Budaya merupakan roh pariwisata Bali yang harus tetap dijaga dan dilestarikan. Salah satu upaya untuk mempertahankannya adalah melalui pembangunan desa wisata.
Namun, Ketua Forum Komunikasi (Forkom) Desa Wisata Bali, I Made Mendra Astawa, menekankan bahwa tidak cukup hanya dengan peraturan, tetapi juga perlu penguatan sumber daya manusia (SDM).
“Kalau hanya mengandalkan regulasi, desa wisata akan sulit berkembang. Yang paling penting adalah penguatan SDM. Sayangnya, banyak SDM Bali yang memilih bekerja di luar negeri karena minimnya lapangan pekerjaan di desa,” ujar Mendra Astawa di Renon, Denpasar, belum lama ini.
Ia mengajak masyarakat Bali untuk memperkuat SDM lokal agar tetap bisa melindungi desa dan budaya mereka sendiri. Menurutnya, dukungan nyata bagi generasi muda di desa sangat penting agar mereka tetap berdaya dan tidak tergoda mencari pekerjaan di luar negeri.
Saat ini, Bali memiliki sekitar 240 desa wisata yang terus bertambah. Namun, Mendra Astawa menyoroti kendala utama dalam pengelolaannya, yaitu kurangnya satu payung koordinasi yang jelas.
“Kalau semua berharap ada anggaran, siapa yang akan menggerakkan? Apalagi pengelolaan desa wisata melibatkan berbagai pihak seperti kepala desa adat, BUMDes, dan pengelola wisata, yang tanpa koordinasi jelas akan sulit berkembang,” jelasnya.
Ia berharap di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster dan Wakil Gubernur Cok Ace, ada solusi konkret untuk membentuk sistem satu pintu dalam pengelolaan desa wisata. Dengan demikian, desa wisata di Bali bisa lebih profesional dan mampu bersaing dengan destinasi wisata lain di dunia.
“Persaingan desa wisata semakin ketat. Jika kita tidak memiliki sistem yang kuat dan profesional, sulit bagi desa wisata di Bali untuk berkembang,” pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: -